Sejarah dan Berkembangnya Hindu Budha Di Indonesia
A. Teori-teori kedatangan awal Hindu-Budha di Indonesia
Agama Hindu-Budha masuk ke sekitar abad ke 7 M, yang dibawa oleh para Rsi maupun para Bikhu. Nenek moyang bangsa Indonesia memasuki Indonesia dari daratan Cina Selatan, dengan melewati dua jalur, yaitu jalur utara dan barat. Jalur utara melewati jepang, philipina, dan menyebrang di Sulawesi, Indonesia bagian Timur, Irian dan Melanesia, sedangkan jalur Barat melewati Indo Cina, Siam, Malaya, serta menyebar di Sumatra, Jawa dan Kalimantan
1. Teori Waisya
Hipotesis waisya dikemukakan oleh NJ. Krom yang menyebutkan bahwa proses masuknya kebudayaan Hindu-Budha melalui hubungan dagang antara India dan Indonesia.
2. Teori Ksatria
Ada tiga pendapat mengenai proses penyebaran kebudayaan Hindu-Budha yang dilakukan oleh golongan Ksatria yaitu :
a) CC. Berg menjelaskan bahwa golongan ksatria yang turut menyebarkan kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia. Para ksatria Hindia yang terlibat konflik dalam masalah perebutan kekuasaan di Indonesia. Para ksatria memberi bantuan yang banyak membantu kemenangan bagi salah satu kelompok atau suku yang bertikai sebagai hadiahnya ada diantara mereka yang kemudian dinikahkan dengan salah satu putri dari kepala suku yang dibantunya. Dari perkawinannya itu para ksatria dengan mudah menyebarkan tradisi Hindu-Budha pada keluarga yang dinikahinya.
b) Moekerji juga mengatakan bahwa golongan ksatria dari India lah yang membawa pengaruh kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia. Para ksatria membangun koloni – koloni yang berkembang menjadi sebuah kerajaan.
c) J.L Moens mencoba menghubungkan proses tebentuknya kerajaan-kerajaan di Indonesia pada awal abad ke-5 dengan situasi yang terjadi di India pada abad yang sama. Ternyata sekitar abad ke-5 ada diantara para keluarga kerajaan di India selatan melarikan diri ke Indonesia sewaktu kerajaannya mengalami kehancuran. Mereka itu nantinya mendirikan kerajaan di Indonesia.
3. Teori Brahma
Jc. Van Leur mengatakan bahwa kebudayaan Hindu-Budha di India yang menyebar ke Indonesia dibawa oleh golongan brahmana. Hal itu didasarkan pada pengamatan terhadap sisa-sisa peniggalan kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu-Budha di Indonesia terutama pada prasasti-prasasti yang menggunakan bahasa sansekerta dan huruf pallawa. Karena hanya golongan brahmana lah yang menguasai bahasa dan huruf itu maka sangat jelas disini adanya peran brahmana.
4. Teori Sudra
Teori ini mengatakan bahwasanya agama Hindu masuk ke Indonesia dibawa oleh orang Hindu yang berkasta Sudra, kerena mereka hanya sebagai budak disana. Kemungkinan besar ia ke indonesia ingin mengubah nasib. (Von Van Faber)
5. Teori Arus Balik/ Nasional
Teori arus balik ini disebut teori Nasional ini muncul dikemukakan JC.Van Leur, dimana sebagai dasar berfikir adalah hubungan antara dunia maritime denga perdagangan. Hubungan dagang Indonesia dengan India yang meningkat diikuti Bbrahmana untuk menyebarkan agama Hindu dan Buddha. Orang-orang Indonesia yang tertarik dengan ajaran itu. Mengirimkan kaum terpelajar ke India untuk berziarah dan menuntut ilmu. Setelah cukup lam, mereka kembali ke Indonesia dan ikut menyebarkan agama Hindu-buddha dengan mengunakan bahasa sendiri. Dengan demikian ajaran agama lebih cepat diterima bangsa Indonesia. Dan masuknya perama kali agama Budha di Indonesia banyak pandangan tentang kedatangannya. Salah satunya yaitu pada abad pertama masehi sudah dikenal ‘’javadwipa’’ yang meliputi jawa dan Sumatra sekarang. ‘suvarnadwipa’ yang mana untuk nama pulau Sumatra . dari sini dapat disimpulkan bahwa sebelum abad kedua masehi, sudah terdapat hubungan antara india dan kpulauan India.
Persebaran agama Budha di Indonesia atas usaha Bhikku Gunawan pada tahun 432M agama Budha berkembang di pulau jawa. Gunawan adalah putera raja Kasmir yang melepaskan tahta untuk menjadi bhikku. Pertama kali ia pergi ke Srilangka dan kemudian ke She-po (jawa), dan berhasil mengembangkan agama budha disana.
B. Bangsa Indonesia bersifat pasif
Hal ini memberikan pengertian bahwa masyarakat Indonesia hanya sekedar menerima budaya dari India. Dengan demikia akan menimbulkan kesan bila telah terjadi pen jajahan / kolonisasi yang dilakukan bangsa India baik secara langsung maupun tidak langsung.
C. Bangsa Indonesia bersifat aktif
Hal ini memberika pengertian bahwa masyarakat Indonesia sendiri ikut aktif dalam membawa dn menyebarkan agaa dan budaya Hindu Budha di nusantara. Salah satu cara yaitu mengundang para Brahmana dari India untuk memperkenalkan agama dan budayanya di Indonesia. Bersamaan dengan masuk dan berkembangnya agama Hindu, masuk dan berkembang pula agama Budha di Indonesia. Dalam penybaran agama Buddha, dikenal misi penyiaran agama yang disebut Dharmadhuta. masuknya agama Budha diperkirakan pada abad 2 masehi. Hal ini didukung adanya buki penemuan arca Budha dari perunggu di daerah Sempaa (Sulsel).
Sumber :
1. Iwan Setiawan dkk, Wawasan Sosial, Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Indonesia, 2008
2. Harun Hadiwijono, Agama Hindu dan Buddha, (Jakarta: Gunung Mulia, 1989)
Komentar
Posting Komentar