Langsung ke konten utama

peta pelayaran antara India -Indonesia

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjsByeFhUv1rmPRPqhHcCUZOxNNf1KreCF2VOwcE_t28lwSVUbJCWBCl0XZCITeR9qw_PsBNpvTr8a5YtZ_4a3u5KhMqea3grvctcwGWIwvtd1pTKcrykjS8Jb_xcskD1-TsggJLOXJj8/s1600/ini+peta.PNG 






Orang India diperkirakan telah mengenal Indonesia sejak sebelum masehi. Hal itu dibuktikan dalam kitab Ramayana terdapat nama Jawadwipa yang berarti pulau beras. Di samping itu, ada lagi nama Swarnadwipa yang berarti pulau emas.Tentu yang dimaksudkan Jawadwipa adalah Pulau Jawa (Karena gudangnya beras), sedangkan yang dimaksudkan Suwarnadwipa adalah Sumatera (karena banyak menghasilkan emas).
Indonesia terlibat langsung dalam perkembangan perdagangan dan pelayaran antara Asia dan Eropa. Hal ini menyangkut dua faktor utama, yaitu letak geografis Indonesia yang berada pada jalur pelayaran Asia dan Eropa dan barang yang diperdagangkan, terutama rempah-rempah, berasal dari Indonesia.

Rempah-rempah dari Maluku berupa pala dan cengkeh, pada awalnya harus menempuh jalan yang bertahap-tahap dan memakan waktu yang lama sebelum sampai pada pasaran di Eropa. Dahulu rempah-rempah diangkut dari Maluku Utara ke Hitu dan Banda. Kemudian diangkut ke bagian barat In- donesia, yaitu ke pelabuhan-pelabuhan pesisir Jawa, pantai timur Sumatera, dan Selat Malaka. Dari Malaka dibawa ke India, terutama Gujarat yang melakukan hubungan dagang langsung dengan Malaka.


Hasil gambar untuk peta jalur darat antara India - Indonesia

Terdapat dua jalur pelayaran dari india menuju tanah nusantara ini, yaitu: 

1. Jalur laut
Dimana posisi nusantara adalah termasuk yang dikelilingi oleh lautan yang amat meluas disekitarnya, Rute perjalanan para penyebar agama dan budaya Hindu Buddha, yaitu dari India menuju Myanmar, Thailand, Semenanjung Malaya, kemudian ke Nusantara. 

2. Jalur darat
Para penyebar agama dan budaya Hindu –Buddha yang menggunakan jalur darat mengikuti para pedagang melalui Jalan Sutra, dari India ke Tibet terus ke utara sampai dengan Cina, Korea, dan Jepang. Ada juga yang melakukan perjalanan dari India utara menuju Bangladesh, Myanmar, Thailand, Semenanjung Malaya kemudian berlayar menuju Indonesia.


baik darat maupun jalur laut keduanya memiliki potensi dalam menunjukkan pembuktuian bahwa disekitar abad ke-V, Indonesia sudah mengenal perdagangan Internasional antar negara-negara maju seperti cina bahkan India yang mungkin sampai saat ini kita bisa merasakan efeknya dari segi adanya penerimaan bahasa pallawa dan sanskerta.Masuknya pengaruh unsur kebudayaan Hindu-Buddha dari India telah mengubah dan menambah khasanah budaya Indonesia dalam beberapa aspek kehidupan.




1 . Agama
Ketika memasuki zaman sejarah, masyarakat di Indonesia telah menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. Masyarakat mulai menerima sistem kepercayaan baru, yaitu agama Hindu-Buddha sejak berinteraksi dengan orang-orang India. Budaya baru tersebut membawa perubahan pada kehidupan keagamaan, misalnya dalam hal tata krama, upacara-upacara pemujaan, dan bentuk tempat peribadatan.

2. Pemerintahan
Sistem pemerintahan kerajaan dikenalkan oleh orang-orang India. Dalam sistem ini kelompok-kelompok kecil masyarakat bersatu dengan kepemilikan wilayah yang luas. Kepala suku yang terbaik dan terkuat berhak atas tampuk kekuasaan kerajaan. Oleh karena itu, lahir kerajaan-kerajaan, seperti Kutai, Tarumanegara, dan Sriwijaya.

3. Arsitektur
Salah satu tradisi megalitikum adalah bangunan punden berundak-undak. Tradisi tersebut berpadu dengan budaya India yang mengilhami pembuatan bangunan candi. Jika kita memperhatikan Candi Borobudur, akan terlihat bahwa bangunannya berbentuk limas yang berundak-undak. Hal ini menjadi bukti adanya paduan budaya India-Indonesia.

4. Bahasa
Kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia meninggalkan beberapa prasasti yang sebagian besar berhuruf Pallawa dan berbahasa Sanskerta. Dalam perkembangan selanjutnya bahkan hingga saat ini, bahasa Indonesia memperkaya diri dengan bahasa Sanskerta itu. Kalimat atau kata-kata bahasa Indonesia yang merupakan hasil serapan dari bahasa Sanskerta, yaitu Pancasila, Dasa Dharma, Kartika Eka Paksi, Parasamya Purnakarya Nugraha, dan sebagainya.

6. Sastra
Berkembangnya pengaruh India di Indonesia membawa kemajuan besar dalam bidang sastra. Karya sastra terkenal yang mereka bawa adalah kitab Ramayana dan Mahabharata. Adanya kitab-kitab itu memacu para pujangga Indonesia untuk menghasilkan karya sendiri. Karya-karya sastra yang muncul di Indonesia adalah:
  1. Arjunawiwaha, karya Mpu Kanwa,
  2. Sutasoma, karya Mpu Tantular, dan
  3. Negarakertagama, karya Mpu Prapanca.

demikianlah sekilas tentang pemetaan jalur pelayaran antara India - Indonesia.
terimakasih,semoga bermanfaat.








Komentar