Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2018

Resume 5

Ajaran Hindu Dharma Tentang Manusia dan Alam A. Penciptaan Manusia    Dari segi arti katanya, manusia berasal dari kata   manushya , artinya "Makhluk yang memiliki pikiran." Manusia memiliki kesempurnaan peralatan untuk mengatur dirinya menemui penciptanya, yaitu Tuhan. Manusia menurut ajaran agama Hindu terdiri dari tubuh dan jiwa atau roh. Tubuh merupakan wujud yang kelihatan dan yang bersifat fana. Ada saatnya nanti tubuh ini mengalami kebinasaan. Sedangkan jiwa atau roh itu bersifat kekal. Hal ini dapat dilihat dari petikan kitab Bhagawad Gitta II.16 dan Bhagawad Gitta II. 20 di bawah ini: "Apa yang tak akan pernah ada; apa yang ada tak akan pernah ada; apa yang ada tak akan pernah berhenti ada; keduanya hanya dapat dimengerti oleh orang yang melihat kebenaran. Yang tak pernah lahir dan mati; juga setelah ada tak akan berhenti ada, tidak dilahirkan, kekal, abadi, selamanya, tidak mati dikala tubuh jasmani mati."   Manusia tediri dari lima ...

Resume 4

Ajaran Budha Dharma Tentang Ketuhanan A. Konsep Ketuhanan    Tak dapat dikatakan bahwa didalam ajaran agama buddha seperti yang terdapat didalam kitab pitaka terdapat ajaran tentang tuhana atau tokoh yang dipertuhankan. Tujuan hidup bukan untuk kembali kepada asalanya, yaitu tuhan. Melainkan unuk masuk kedalam nirwana, pemadaman, suatu suasana yang tanpa kemauan, tanpa perasaan, tanpa keinginan tanpa kesadaran, suatu keadaan dimana orang tidak lagi terbakar oleh nafsunya. Itulah situasi damai.  Buddha mengajarkan ketuhanan tanpa menyebut nama tuhan. Tuhan yang tanpa batas, tak terjangkau oleh alam pikiran manusia, tidak diberikan suatu nama, karena dengan sendirinya nama itu akan memberi pembatasan kepada yang tidak terbatas. Dalam agama buddha tuhan tidak dipandang sebagai suatu pribadi (personifikasi), tidak bersifat antropomorfisme (pengenaan ciri-ciri yang berasal dari wujud manusia) dan antropopatisme (pengenaan pengertian yang berasal dari perasaan ma...

Resume 3

Ajaran Hindu Dharma Tentang Ketuhanan A. Dewa    Tuhan dalam agama Hindu itu esa, ia adalah Sang Hyang Widhi Wasa yang maha kuasa dan maha segalanya, sedangkan Dewa dalam Hindu pun diyakini sebagai penjelmaan dari Tuhan Sang Hyang Widhi Wasa/Brahma. B. Trimurti       Konsep Trimurti ini baru muncul setelah umat Hindu memiliki perkembangan pemikiran yang disebutkan oleh sejarawan pada zaman Brahmana, Trimurti adalah tiga kekuatan Brahman yang terdiri dari :    a.  Brahman, adalah Tuhan yang berfungsi sebagai pencipta alam, yang disebut dalam Bahasa sansekerta “Utpatti”    b.  Wisnu, adalah Tuhan yang berfungsi sebagi pemelihara, yang disebut dalam Bahasa sansekerta “Sthiti”    c.  Siwa, adalah Tuhan yang berfungsi sebagai pelebur/penghancur. C. Sembahyang      Kata “sembahyang” berasal dri bahasa Jawa Kuno. Sembah d i sini  berarti menyayangi, menghormati, memo...

RESUME 2

Perkembangan Agama Hindu dan Budha Di Indonesia A. Pasca Kerajaan Hindu Budha   Kerajaan Budha terakhir ialah kerajaan Sriwijaya   yang muncul pada abad ke-6, pada mulanya berpusat di sekitar Sungai Batanghari, pantai timur Sumatra. Pada perkembangannya, wilayah kerajaan Sriwijaya meluas hingga meliputi wilayah Kerajaan Melayu, Semenanjung Malaya, dan Sunda (kini wilayah Jawa Barat). Catatan mengenai kerajaan-kerajaan di Sumatra didapat dari seorang pendeta Buddha bernama I-Tsing yang pernah tinggal di Sriwijaya antara tahun 685-689 M. Pada tahun 692, ketika I-Tsing, bias disimpilkan bahwa Sriwijaya telah menaklukan dan menguasai kerajaan-kerajaan disekitarnya.   Raja kerajaan Sriwijaya yang terakhir adalah Sri Sanggrama Wijayatunggawarman. Pada masa pemerintahan Sri Sanggrama Wijayatunggawarman, hubungan Kerajaan Sriwijaya dan kerajaan Chola dari India yang semula sangat erat mulai renggang. Hal itu disebabkan oleh seranggan yang dilancarkan Kerajaan Chola ...

Resume 1

Sejarah dan Berkembangnya Hindu Budha Di Indonesia A. Teori-teori kedatangan awal Hindu-Budha di Indonesia    Agama Hindu-Budha masuk ke sekitar abad ke 7 M, yang dibawa oleh para Rsi maupun para Bikhu. Nenek moyang bangsa Indonesia memasuki Indonesia dari daratan Cina Selatan, dengan melewati dua jalur, yaitu jalur utara dan barat. Jalur utara melewati jepang, philipina, dan menyebrang di Sulawesi, Indonesia bagian Timur, Irian dan Melanesia, sedangkan jalur Barat melewati Indo Cina, Siam, Malaya, serta menyebar di Sumatra, Jawa dan Kalimantan 1. Teori Waisya           Hipotesis waisya dikemukakan oleh NJ. Krom yang menyebutkan bahwa proses masuknya kebudayaan Hindu-Budha melalui hubungan dagang antara India dan Indonesia. 2. Teori Ksatria      Ada tiga pendapat mengenai proses penyebaran kebudayaan Hindu-Budha yang dilakukan oleh golongan Ksatria yaitu :    a)     ...

Sejarah Vihara dan Pura Di Indonesia

1. Sejarah Singkat Vihara Tri Maha Dharma Pada tahun 1968 disinilah dimulai masa perintisan kembali agama Buddha khususnya di daerah Tangerang, terutama daerah Kampung Melayu dan sekitarnya. Ada sekelompok orang yang mulai memperhatikan kembali ajaran agama Buddha dan berusaha mengembangkannya. Kelompok ini mulai mengadakan kegiatan rutin ritual agama Buddha ( kebaktian ) setiap minggunya yang bertempat di rumah – rumah dan suatu waktu pernah juga kebaktian tersebut ditempatkan di Balai Desa Kampung Melayu. Kegiatan –kegiatan ini berlangsung cukup lama. Pada tahun 1979 mulai timbul ide / gagasan mengenai nama kegiatan ini maka terbentuknya sebuah nama, yaitu Cetiya Tri Maha Guna, tetapi tempat kebaktiannya masih meminjam tempat lain yaitu Kelenteng Hok Tek Bio yang beralamat di Jl. Raya Tanjung Pasir, Desa Pangkalan, Kecamatan Teluknaga – Tangerang. Pada tahun 1980 Kelenteng ini mulai direnovasi dan kebaktian berpindah kembali dari rumah ke rumah. Pada 1981 mulai dirintis pembentukan...

ebook agama Hindu

Moksha Puncak Kesadaran Diri dan Penyatuan Kosmik Catur Yoga Empat Intisari Utama Sadhana Dharma Mokshartam Jagadhita Ya Ca Iti Dharma Mengubah Hidup Menuju Kebahagiaan Duniawi dan Rohani Samsara Perjalanan Sang Atma Samvara dan Nirjara Sadhana Rahasia Penghapusan Karma Buruk

sistem kemasyarakatan, pemerintahan, filsafat dan kepercayaan pada masa Hindu-Budha di Indonesia

Sistem Kemasyarakatan, Filsafat dan Sistem Kepercayaan, dan Sistem Pemerintahan pada Masa Hindu-Budha di Indonesia. a.     Sistem Kemasyarakatan. Sistem kasta merupakan penggolongan masyarakat berdasarkan tingkat atau derajat orang yang bersangkutan. Setiap orang sudah ditentukan kastanya. Sistem kasta ini muncul dalam masyarakat Indonesia setelah ada hubungan dengan India. Terdapat empat kasta yaitu kasta Brahmana, Ksatria, Weisya dan Sudra. Sistem kasta ini bukan asli Indonesia. b.     Filsafat dan Sistem Kepercayaan. Kepercayaan asli bangsa Indonesia adalah animisme dan dinamisme. Percaya adanya kehidupan sesudah mati, yakni sebagai roh halus. Kehidupan roh halus memiliki kekuatan maka roh nenek moyang dipuja. Masuknya pengaruh India tidak menyebabkan pemujaan terhadap roh nenek moyang hilang. Hal ini dapat dilihat pada fungsi candi. Fungsi candi di India sebagai tempat pemujaan. Di Indonesia, selain sebagai tempat pemujaan, candi juga be...

peninggalan kerajaan-kerajaan hindu buddha

PENIGNGGALAN PRASASTI KUTAI  : 1. Prasasti Yupa Prasasti Yupa merupakan salah satu dari peninggalan Kerajaan Kutai tertua dan benda ini menjadi bukti sejarah dari Kerajaan Hindu di Kalimantan tersebut. Ada 7 prasasti Yuoa yang masih bisa dilihat hingga kini. Yupa merupakan tiang batu yang dipakai untuk mengikat kurban hewan ataupun manusia yang dipersembahkan pada para Dewa dan pada tiang batu tersebut terdapat tulisan yang dipahat. Tulisan-tulisan tersebut ditulis memakai bahasa sansekerta atau huruf Pallawa. Namun dari ketujuh Prasasti Yupa tersebut tidak ada yang disertai dengan tahun pembuatannya sehingga tidak diketahui dengan pasti tanggal pembuatan prasasti tersebut. 2. Ketopong Sultan Ketopong merupakan mahkota Sultan KerajaanKutai yang terbuat dari emas dengan bobot 1.98 kg yang sekarang tersimpan di Museum Nasional Jakarta. Ketopong Sultan Kutai ini ditemukan pada tahun 1890 di daerah Muara Kaman, Kutai Kartanegara, sementara yang dipajang di ...